Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

cara install web dan lamp server di openSUSE

OpenSUSE versi dekstop bukan hanya untuk penggunaan sehari-hari tapi juga bisa dijadikan server web dan lamp. install web dan lamp server di openSUSE tergolong sangat mudah, karna ini versi gui jadi tinggal klak-klik aja :D

1. Buka Yast dan pilih Software Management


2. Pilih View > Pattern


3. Klik Web and Lamp Server lalu accept


 4. klik Continue
 

 5. Menunggu Proses Instalasi



 6. Jika Proses Instalasi sudah selesai, Close yast dan buka kembali. dan perhatikan HTTP Server berada pada network service.


7. klik HTTP Server, perhatikan pada Port 80, listen on interface pilih ip address 127.0.0.1 dan Next



 8. Pilih Enable PHP5 Scripting, Next




9.Langsung aja Next,sembari diperhatikan informasi apa saja yang tertera disana :)


10. Langsung Next Aja



 11. Pilih Start Apache server manually, klik finish




 12. Menjalankan Apache dalam terminal
ketik :
# service apache2 start 


test dengan browser anda dengan ketik localhost


test juga dengan menggunakan ip 127.0.0.1


Selesai deh :) selamat mencoba

Sabtu, 28 Juni 2014

Elforkane: Aplikasi Membaca Alquran di Linux

Elforkane adalah Al-Quran Digital yang dikembangan oleh om dan om sama seperti zerk dan ayat. dan dalam menjalani bulan suci ramadhan sepertinya pas nih buat mata kita yang gak mau lepas dari layar laptop atau komputer hahaha. okeh beberapa varian distro sudah ada dibawah ini untuk versi yang gak ada bisalah melakukan penyesuaian :D
  
openSUSE untuk OpenSUSE :
zypper addrepo http://download.opensuse.org/repositories/home:abouzakaria/openSUSE_13.1/home:abouzakaria.repo
zypper refresh
zypper install elforkane

untuk distro lain:
CentOS centos: cd /etc/yum.repos.d/
wget http://download.opensuse.org/repositories/home:abouzakaria/CentOS_CentOS-6/home:abouzakaria.repo
yum install elforkane

Debian debian 7: echo 'deb http://download.opensuse.org/repositories/home:/abouzakaria/Debian_7.0/ /' >> /etc/apt/sources.list.d/elforkane.list
apt-get update
apt-get install elforkane

 
Fedora fedora 20: cd /etc/yum.repos.d/
wget http://download.opensuse.org/repositories/home:abouzakaria/Fedora_20/home:abouzakaria.repo
yum install elforkane

 untuk Windows Juga ada loh :) bisa download disini
Semoga gak hanya jadi installan semata.
 Silahkan dicicipin

hal yang harus kamu ketahui saat memilih distro linux

http://www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2011/07/linux-tutorials.gif 

 Pembahasan ini sedikit serius yak. biasanya kan bercanda mulu meski isinya serius (eh mulai becanda lagi) 
okeh hal yang harus kamu ketahui saat memilih distro linux menjadi pembahasan kali ini. kenapa? karna masih banyak orang orang yang bingung setelah diinstall mau diapain lagi nih si linux. okeh, bagi pengguna distro macam ubuntu, Fedora, opensuse, debian, suka bingung, ini harus diapain lagi. solusi pertama adalah 
1. pilih Distro Sesuaikan dengan kecepatan internet dan dana keuanganmu
  kenapa? ada beberapa distro yang beberapa hari sekali melakukan update, dan ini tentu saja membutuhkan kecepatan internet dan biaya untuk membeli/membayar paket internet. jika kecepatan internetmu masih dibawah 50kbps tentu saja serasa lama banget jika file yang diupdate diatas 300mb. dan jika ingin menambah kecepatan tentu saja musti menambah dana lagikan, sementara kamu belum berpenghasilan. saran saya gunakan distro linux seperti Debian, ubuntu atau slackware jika permasalahanmu seperti ini. nb: jika kamu niat menggunakan slackware, saya sarankan musti tahan banting, karna distro ini tidak cocok untuk kalangan awam. distro yang saya sebutkan diatas selain menyediakan file instraller juga terdapat repository dalam bentuk iso, atau kamu bisa membelinya ditoko terdekat atau bisa pesan kesaya :) (promo) 

2. Pilih Distro yang kamu anggap paling mudah
  nah, ini yang susah. kenapa? pada dasarnya setiap orang punya orang yang mengajarkan linux jadinya dia akan terpaku pada orang yang mengajarkannya. atau ada yang belajar secara otodidak dan ini yang disebut pemburu distro (mencari distro dan meriviewnya) nah beberapa distro menurut saya paling mudah dan tidak terlalu berat konfigurasinya.
1. ubuntu :jika kamu hanya unduh file instraller maka kamu butuh koneksi internet untuk bisa menggunakannya dengan leluasa, masa kamu gak mau dengerin musik sih haha
2. fedora :meski blum pernah menggunakannya secara resmi, saya bisa menjamin ini termasuk mudah karna beberapa review yang menyebutkan mudah penggunaannya. sayangnya sama seperti ubuntu masih membutuhkan internet untuk masalah driver sound
3. ubuntu ultimate edition : bisa dibilang distro linux ini tinggal pakai aja. tapi tetep jika ada update maka butuh internet. 
4. linux mint: turunan dari ubuntu ini masih menempati peringkat pertama di distrowatch (setidaknya sampai tulisan ini dipublish) dan tinggal pakai saja jika kamu hanya berkebutuhan komputer standar (office, internet, dengerin musik, ngedit gambar)
5. IGOS Nusantara: ini termasuk distro paling sering saya gunakan, selain tinggal pakai saja distronya, komunitas yang ramah, dan development yang keren dan pengertian akan para penggunanya (bisa kali kirimin pin sama stiker IGN SDKnya hahaha) DE yang lengkap, seakan akan kita tinggal pakai saja distronya tanpa perlu update apa-apa, tapi selagi ada kuota internet atau akses internet publik yang kencang kenapa gak update saja :)
6. Blankon: meski hanya memakainya beberapa hari saja tapi saya juga menjamin ini termasuk sangat enak, DE manokwarinya yang smooth, enak dipandang dan sangat kedaerahan distro ini, karna ada bahasa jawanya juga sebagai bawaan selain bahasa indonesia dan inggris. dan ini tinggal pakai saja yah meski gak seperti IGN yang aplikasinya lengkap dengan kebutuhan standart saya hahaha. tapi recommend deh. 
7. openSUSE: bagi yang baru beralih dari Windows, ini sangat cocok karna default DEnya langsung KDE yang mirip dikitlah sama windows 7, dan konfigurasinya yang mirip control panel di windows. tapi sayangnya masih butuh internet dalam install mp3nya 

itu distro yang mudah menurut saya, jika ada yang lain dari segi penggunaan sampai konfigurasi silahkan cari sendiri :D oh ya urutan diatas bukan dari segi bagus yang mana loh, hanya berdasarkan keinginan pribadi aja :D 

3. Pilih Distro sesuai kebutuhan dan spesifikasi komputer kamu
 nah ini termasuk penting, jika kamu kekurangan RAM dalam menjalankan komputermu maka kamu harus memikirkan ini juga pada dasarnya Distro linux sekarang menggunakan minimum RAM sekitar 512mb, jika kamu bermasalah dengan ini kamu bisa menggunakan distro linux yang spesifikasinya kecil macam tinycore atau damnsmall linux, jika kamu menggunakan netbook disarankan menggunakan varian linux yang tidak membutuhkan graphic yang besar. cukup ubuntu netbook, igos nusantara (DE MATE, XFCE, openBOX, Razor) dan Blankon 7 atau 8
http://www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2011/03/linux-pc-senior-citizens-kiwi-pcJ-O-285828-13.jpg

4. Keinginan yang kuat 
 kita musti punya keinginan yang kuat saat belajar linux, tapi gak seekstream dengan menghapus sistem operasi yang kita gunakan atau menghapus satu harddisk untuk install linuxnya (jangan melakukan hal bodoh yang saya lakukan sendiri) kita juga musti banyak baca baca referensi lainnya meski itu menggunakan bahasa inggris ataupun bahasa lainnya kita musti belajar juga :D 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_St8Wkiz8l3Dau-3GVXao4cEbemG3hM7kyiRmfmIE7P3iaPLCKotRQxp-wtcILBuyKOe9MJNCmJQJ_JpFfGch-fYErMLdMDOvAxjtekzs_5PZN7M8vSyEIEeQQBfaMNBgNr1aUa9m0X4E/s1600/belajar+menyenangkan.gif
5. Sudah install yuk
lanjut install linux aja yuk!
 

Minggu, 04 Mei 2014

Google Web Designer di ubuntu 14.04

 https://lh5.googleusercontent.com/-uoXuLYNIkhc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAACA/vFgbAtz-O8g/photo.jpg
Google Web Designer, alat yang dikembangkan oleh Google yang saat ini dalam versi beta, akhirnya tersedia untuk Linux. Distribusi Linux berikut saat ini didukung: Ubuntu, Debian, OpenSUSE dan Fedora.
 
Tampilan awal google web designer


bagian code


Google Web Designer adalah sebuah program untuk membuat website interaktif HTML5 dan iklan untuk perangkat apapun. Dengan ini, Anda dapat membuat konten dengan menggunakan alat gambar, teks, objek 3D, menambahkan animasi dan Google Font langsung dari Google Web Designer antarmuka dan banyak lagi. Alat ini "outputs clean human-readable HTML5, CSS3, and Javascript".

Aplikasi ini dilengkapi dengan repositori jadi, seperti dengan produk Google lainnya untuk Linux, Anda akan mendapatkan update otomatis ketika versi baru tersedia.

Sayangnya, Google Web Designer tidak terintegrasi dengan menu global yang Unity untuk saat ini. Selain itu, aplikasi bekerja hebat dalam tes saya di bawah Ubuntu 14.04. download google web designer

lalu jalankan
sudo dpkg -i google-webdesigner_current_i386.deb

Perhatikan beberapa kasus Google Web Designer tidak bekerja pada sistem non-Inggris. ini terjadi ketika saya masih menggunakan igos nusantara yang notabene sistemnya menggunakan bahasa indonesia
Jika itu terjadi untuk Anda, Coba ini

Pertama menghapus folder di bawah ~ / .local / share /:
 rm -r ~/.local/share/google-web-designer
dan jalankan dengan cara:
 LANGUAGE=en_US google-webdesigner
 
 

cara install telegram di ubuntu 14.04

 
Telegram adalah aplikasi mengirim pesan yang gratis. sama seperti whatsapp yang menggunakan nomor handphone kamu sebagai ID-nya. pertama kali gue tahu apa itu telegram pada saat gue masih menggunakan Igos Nusantara. berhubung sekarang lagi menggunakan ubuntu 14.04 LTS maka gue pasang lagi disini. sebenernya telegram itu hanya berjalan di android dan iphone. tapi ada source code yang mengakibatkan aplikasi ini bisa berjalan di luar android dan iphone. lebih lengkapnya bisa lihat disini 

Telegram on Ubuntu
 cara masangnya :
lakukan pada terminal
sudo add-apt-repository ppa:costales/unity-webapps-telegram
sudo apt-get update
sudo apt-get install unity-webapps-telegram

NB: pastikan nomor kamu pernah terdaftar di server telegram ya. cara paling mudah. install juga di android atau iphone kamu :D

Sabtu, 15 Maret 2014

cara konfigurasi modem CE682 smartfren di Igos nusantara D9

setelah sebulan penuh saya mencari jati diri akhirnya bisa juga menyempatkan waktu untuk mengisi ini blog lagi. (bilang aja males nus). gue akhirnya bisa juga install modem CE682.
karna sedang tukeran modem sama pacar gue (pacar gue itu cewek loh.) ya gue pikir modem dia itu sama kayak punya gue yang lama (modem modem huawei smartfr*n yang gampang banget dipake (plug and play) ternyata CE682 yang dulu juga pernah gue pake pas OS gue masih Ubuntu Linux. setelah bersemedi (searching di google) dapetlah tutorialnya di facebook (lho?) silahkan baca disini https://www.facebook.com/notes/igos-nusantara/konfigurasi-modem-smartfren-ac-782-di-ign9/577376712311175 kan beda modem? selama masih menggunakan wvdial kita bisa menggunakan konfigurasi apapun yang cocok untuk modem kita, beruntungnya di Igos Nusantara sudah terdapat wvdial jadi kita tidak perlu repot untuk mendownload lagi. oke kita mulai. karna sebagian konfigurasi ini masuk dalam console terminal maka kita nobatkan diri kita sebagai PREMAN TERMINAL :-P

Tahapan
1. Masuk ke terminal dengan ketik $ su  untuk masuk ke root

igos@localhost ~ $ su 


2. Ketik lsusb 
lsusb dipakai untuk memeriksa apakah modem sudah dikenali atau belum

root@localhost /home/igos # lsusb

Akan keluar tulisan seperti ini:
root@localhost /home/igos # lsusb
Bus 002 Device 006: ID 201e:1022  
Bus 002 Device 002: ID 8087:0020 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 004: ID 046d:c05a Logitech, Inc. M90/M100 Optical Mouse
Bus 001 Device 003: ID 0402:7675 ALi Corp. 
Bus 001 Device 002: ID 8087:0020 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub

Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

3. Ketik eject /dev/sr1

root@localhost /home/igos # eject /dev/sr1


4. Cek lagi modem kita dengan mengetik lsusb

root@localhost /home/igos # lsusb
Bus 002 Device 006: ID 201e:1022  
Bus 002 Device 002: ID 8087:0020 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 004: ID 046d:c05a Logitech, Inc. M90/M100 Optical Mouse
Bus 001 Device 003: ID 0402:7675 ALi Corp. 
Bus 001 Device 002: ID 8087:0020 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub

Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

5. ketik wvdialconf

root@localhost /home/igos # wvdialconf 

Editing `/etc/wvdial.conf'. 

Scanning your serial ports for a modem. 

Modem Port Scan: S0   S1   S2   S3   
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 -- OK 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 Z -- OK 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK 
ttyUSB0: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: +GMI: China TeleCom 
ttyUSB0: Speed 9600: AT -- OK 
ttyUSB0: Max speed is 9600; that should be safe. 
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK 
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 -- failed with 2400 baud, next try: 9600 baud 
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 -- failed with 9600 baud, next try: 9600 baud 
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 -- and failed too at 115200, giving up. 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 -- OK 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 Z -- OK 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK 
ttyUSB2: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: +GMI: China TeleCom 
ttyUSB2: Speed 9600: AT -- OK 
ttyUSB2: Max speed is 9600; that should be safe. 
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK 

Found a modem on /dev/ttyUSB0. 
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf. 
ttyUSB0: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0" 
ttyUSB2: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0" 


6. Edit berkas wvdial dengan mengetik gedit /etc/wvdialconf

root@localhost /home/igos # gedit /etc/wvdial.conf

...
... abaikan saat muncul beberapa baris WARNING dari gedit ... 
...

ketik beberapa baris konfigurasi:

[Dialer smart] 
Init1 = ATZ 
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 
Modem Type = USB Modem 
ISDN = 0 
New PPPD = yes 
FlowControl = CRTSCTS 
Phone = #777 
Modem = /dev/ttyUSB0 
Username = smartfren 
Carrier Check = No 
Password = smartfren 
Baud = 9600

Simpan lalu keluar dari gedit, sampai kembali ke terminal


7. ketik wvdial smart
--> WvDial: Internet dialer version 1.61
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT#777
--> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT 3100000
--> Carrier detected.  Waiting for prompt.
~[7f]}#@!}!}!} }/}"}&} } } } }#}%B#}%})h~
--> PPP negotiation detected.
--> Starting pppd at Sat Mar 15 04:54:02 2014
--> Pid of pppd: 2413
--> Using interface ppp0
--> local  IP address 10.163.211.33
--> remote IP address 10.17.95.17
--> primary   DNS address 10.17.118.187

--> secondary DNS address 10.17.118.251

seharusnya sampai sini kita sudah bisa internetan. ternyata? malah gak bisa. selow selow 
edit lagi wvdialconf 
root@localhost /home/igos # gedit /etc/wvdial.conf
ganti tulisan  USB Modem  menjadi Analog Modem 
setelah itu kita KONFIGURASI DNS
Langkah diatas sukses, namun DNS belum ada.
Lakukan penambahan seting DNS:
1. Disconnect wvdialnya dulu

2. tambahkan ini konfigurasi di /etc/resolv.conf
# gedit /etc/resolv.conf
nameserver 8.8.8.8

3. simpan dan jalankan wvdial lagi

selesai dan kita bisa berinternetan lagi deh :)

update
iseng aja gue nyolokin dan coba make network-manager dan sukses berjalan :D manteb banget, kalo pada mikir gue ganti modem, jawabannya salah, karna gue nyobain cara ini dengan iseng aja dan sukses bisa :)